Senin, 28 Agustus 2017

TRILOGI

Aku terjebak dalam trilogi kehidupan
Dalam bab pertama aku menapaki lorong cinta
Buaian dan kelembutan jemari ku terpangku wanita tangguh
Kejenakaanku menjadi kobaran semangatnya
Ibu aku sebutnya
Aku membuatnya tersenyum hanya ketika ku terlelap
Seakan ibu melihat aku terlentang diatas tumpukan gemintang
Benar bu! Aku memang berada ditumpukan gemintang
Diatas alam raya aku jua menatapmu dengan cinta
Maafkan aku yang tak bisa bicara, aku hanya bisa membalas Maha Kasihmu dengan tangisan
Aku ingin ibu mengajarkan ku bicara “Aku cinta ibu”
Agar kata yang pertama aku ucap dalam hidup adalah kata cinta untukmu
Maafkan daku, trilogi pertama ini aku merepotkanmu


Lalu pada bab ke dua aku menapaki lorong kebencian, kemurkaan, kegusaran
Sekarang aku mulai melabeli diriku adalah sang petualang
Petualangan hidup yang penuh dengan kemurkaan
Petualangan hidup yang penuh dengan kebencian
Aku sering kali gusar, rasa cinta tertutup lekat menjadi kerak
Hingga membentukku menjadi seorang pembenci
Tak jarang sosok yang penuh cinta itu menjadi sasaran kemurkaan
Maafkan daku, trilogi kedua aku merepotkanmu lagi


Dan pada bab ke tiga aku kembali bertemu lorong cinta
Cinta itu bersemi lagi tatkala aku melihatnya tak seperti dulu
Kini cinta sejatiku tampak senja
Kulit kering dan mengeriput adalah bekas perasan keringatnya
Mata yang sayu adalah bekas tangisnya
Lagi dan lagi hanya kata maaf kembali ku ucap
Tetesan keringatku yang membentang samudera pun rasanya takan mampu menandingi setetes keringatnya
Engkau adalah pecinta tanpa pamrih diantara pamrih lainnya
Engkau adalah pecinta yang tulus diantara tulus lainnya

Dan engkau adalah cinta sejati tak terperi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar